~Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang~

Sunday, July 14, 2013

RESAH HATI


Bismillah.. Hijab hati yang selama ini aku tutup rapat kembali aku tenung. Rapat. Langsung tiada ruang untuk dimasuki. Langsung tiada rongga yang mampu ditembusi. Gelap. Senyap. Sepi. Langsung tak berbunyi. Bisu aku rasakan. Lantas dinding hijab yang utuh itu aku tebuk dari dalam. Ya! Berhasil. Lantas aku intai dunia dari sisi lohong yang terbina. Ada suara-suara yang mengasyikkan pada deria pendengaranku. Mata aku pejamkan rapat. Menghayati setiap baris kata yang terluah. Mengamati setiap bait kata yang terlontar. Indah. Aku tersenyum. Aku hanyut seketika.

Masih di dinding hijab yang aku tebuk. Tubuh aku rapatkan serapatnya pada dinding agar aku turut bisa merasai perasaan itu. Bahagia yang bukan mainan mata. Perasaan ingin turut sama keluar ke dunia sana semakin mengasak hati. Lalu aku pecahkan sedikit lagi lohong yang terbina tadi dengan tangan. Aku kembali mengintai. Hati terasa nyaman. Aku tersenyum lagi.

Ada suara yang merantai aku agar kembali berpaut pada dasar hati. Suara yang kembali mengasak diri agar kembali mengingati kepedihan yang dahulunya pernah tercipta. Kaki yang selangkah aku keluarkan tadi kembali aku tarik selangkah demi selangkah. Sungguhlah, perit itu seakan-akan masih terasa-rasa. Menggigit tangkai hati yang rapuh. Aku terduduk lemah. Pandangan kembali aku tekurkan ke lantai. Mungkin belum masanya. Mungkin aku masih tak bersedia.

Bongkah demi bongkah aku susun. Rapat-rapat kelihatannya agar hijab hati yang tadinya aku pecahkan kelihatannya seperti langsung tidak terusik. Aku kembali melihat warna langit. Masih gelap. Jari jemari aku tarikan diatas pasir halus. Seakan melukiskan detik hati yang tidak kesampaian. Mata aku pejamkan. Sebuah keluhan aku hela perlahan. Sabarlah wahai hati. Andai suatu hari nanti akan aku kembali mewarnai langit dukamu. In shaa Allah.

0 comments: